5 Berita Ekonomi Kreatif Teratas Mei 2017

0
256

Berikut adalah 5 berita ekonomi kreatif teratas di bulan Mei 2017 versi Indonesia Kreatif.

KEPALA BEKRAF TERIMA ANUGERAH GWANGHWA MEDAL DARI REPUBLIK KOREA

KEPALA BEKRAF TERIMA ANUGERAH GWANGHWA MEDAL DARI REPUBLIK KOREA

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menerima penghargaan Gwanghwa Medal dari Republik Korea yang diwakili oleh Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Cho Tai-young pada Rabu, 17 Mei 2017 di Auditorium Kedutaan Besar Republik Korea.

“Medali ini akan menjadi pengingat kerja keras terus menerus yang akan saya lakukan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Korea melalui seni, budaya dan bisnis,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf.
Gwanghwa Medal merupakan medali diplomatik tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan pada WNA (Warga Negara Asing) yang telah berjasa meningkatkan hubungan bilateral Republik Korea dan negaranya.

Lihat beritanya di sini.

BEKRAF DUKUNG FILM MARLINA PADA CANNES FILM FESTIVAL 2017

BEKRAF DUKUNG FILM MARLINA PADA CANNES FILM FESTIVAL 2017

Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan bangga mendukung film Marlina yang disutradarai oleh Mouly Surya mengikuti Cannes Film Festival 2017 (CFF 2017) dimana partisipasi ini merupakan kali pertama film Indonesia hadir kembali setelah absen selama 12 tahun.Marlina merupakan film panjang keempat Indonesia yang terseleksi dalam rangkaian CFF 2017 setelah sebelumnya Tjoet Nja’ Dhien (1988), Daun Di Atas Bantal (1999) dan Serambi (2006). Keikutsertaan film Indonesia pada CFF 2017 merupakan salah satu tindak lanjut dari penandatanganMemorandum of Understanding (MoU) di bidang Industri Film antara Bekraf dengan Badan Perfilman Animasi Prancis/ Le Centre National Du Cinema Et De L’Image Animee (CNC) yang ditandatangani pada 29 Maret 2017 di Jakarta. Kesepakatan tersebut merupakan salah satu upaya Bekraf melalui Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah untuk membangun dan memperkuat sistem perfilman nasional.

Lihat beritanya di sini.

ANTUSIASME PENGUNJUNG DI INDONESIA NIGHT AFCC 2017

ANTUSIASME PENGUNJUNG DI INDONESIA NIGHT AFCC 2017

Keikutsertaan Indonesia di Asian Festival Children Content (AFCC) sebagai country of focus dipenuhi pengunjung di National Library Building, Singapura pada tanggal 17 – 21 Mei 2017 dengan berbagai macam program dan workshop sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia mempromosikan subsektor penerbitan sebagai salah satu bagian dari industri kreatif.

Indonesia Night ini juga turut memeriahkan peringatan hubungan bilateral Indonesia dan Singapura yang pada tahun ini telah berusia selama 50 tahun. Selain itu AFCC 2017 kali ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei lalu.

Lihat beritanya di sini.

IESE 2017, MEMPERKUAT EKOSISTEM ECOMMERCE INDONESIA

PERKUAT MOMENTUM INDONESIA SEBAGAI THE DIGITAL ENERGY OF ASIA

Perlehatan Indonesia eCommerce Summit & Expo (IESE) kembali digelar pada 9 – 11 Mei 2017 di ICE BSD Tangerang. Perlehatan kedua ini mengusung tema “Empowering the Digital Energy of Asia” mempunyai misi berkolaborasi dengan pelaku eCommerce untuk melakukan pemberdayaan, akselerasi, dan pemecahan masalah di industri eCommerce Indonesia. Kolaborasi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dengan Dyandra Promosindo ini merupakan kali kedua setelah pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo memprakarsai “Indonesia: The New Digital Energy of Asia” pada tahun 2016 lalu.

IESE 2017 adalah event akbar e-commerce Indonesia yang menjadi pusat penghubung dan “center of e-commerce knowledge” bagi seluruh stakeholder di ekosistem e-commerce Indonesia yang direfleksikan dalam lima warna pada kincir angin IESE 2017 yakni Pelaku industri e- commerce, Konsumen, Pemerintah, Pemerhati e-commerce dan industri pendukung e-commerce untuk berpartisipasi secara aktif mengawal dan memperkuat tumbuh kembang Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia.

Lihat beritanya di sini.

BISMA GOES TO CREATIVEPRENEUR

RIDWAN KAMIL SEBAGAI SALAH SATU PEMBICARA PADA SESI PANEL BIGGER

Sekretaris Utama BEKRAF, Mesdin Kornelis Simarmata menyampaikan bahwa BEKRAF telah meluncurkan aplikasi unggulan BISMA (BEKRAF Information System and Mobile Application) yang bertujuan memajukan pelaku usaha kreatif di Indonesia. Dimana saat ini, sekitar 1113 pelaku ekonomi kreatif telah bergabung dengan BISMA. Para pelaku dari 16 sub-sektor yang terdaftar di BEKRAF perlu mendorong BISMA bukan hanya sebagai aplikasi milik pemerintah saja tetapi sebagai wahana bersama para pelaku kreatif di Indonesia untuk memajukan perkembangan usahanya, ujar Mesdin Kornelis Simarmata. BISMA mendorong para pelaku memiliki jejaring dan memperoleh kesempatan mendapatkan fasilitasi dan dukungan bagi pengembangan usahanya dari BEKRAF.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka BEKRAF bekerja sama dengan Bandung Creative City Forum (BCCF) mengadakan kegiatan temu BISMA dengan para pelaku, sekaligus juga memberikan ruang bagi para pelaku untuk bertemu dan berjejaring. Kegiatan BIGGER (BISMA Goes to Get Member) dilaksanakan di Bandung, yang dikenal sebagai kota kreatif yang didukung oleh pusat studi kreatifnya. Hal tersebut menjadi alasan penyelenggara BIGGER dengan tajuk BISMA Goes to Creativepreneur di Bandung pada tanggal 21 Mei 2017 menjadi langkah awal kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif yang diwadahi oleh BEKRAF.

Lihat beritanya di sini.