5 Ragam Racikan Kopi Tradisional Indonesia

0
662

Kopi sudah menjadi salah satu minuman tradisi di Indonesia. Pada abad 18, kopi dan teh merupakan salah satu komoditi penting bagi VOC, terutama di bagian timur Indonesia. Menurut catatan dari M.C Ricklefs, kopi diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1696, dan menjadi sumber keuntungan utama bagi VOC di Indonesia. Saat itu Koffiestelsel banyak difokuskan di daerah Priangan (Jawa Barat).

Dengan sejarah yang cukup panjang tersebut, tentunya kopi menjadi salah satu tradisi dalam masyarakat Indonesia, sehingga banyak ragam cara menikmati di Indonesia. Berikut ini kami akan membahas 5 diantaranya :

1. Kopi Talua

Kopi Talua adalah cara meracik minuman kopi dari daerah Minangkabau. Talua, dalam bahasa Minangkabau berarti telur, adalah racikan kopi berbalur buih yang lembut dengan cita rasa yang manis. Kopi ini menggunakan kuning telur sebagai salah satu racikannya, untuk kopi yang digunakan tidak ada kopi yang khusus, sering kali kopi talua disajikan dengan kopi instan kemasan.

Cara membuat kopi talua adalah dengan memisahkan putih telur dan kuning telur, kemudian kuning telur dicampurkan dengan susu kental manis dan ditambahkan serbuk kayu manis kemudian dikocok hingga mengembang, lalu ditambahkan seduhan air kopi mendidih. Air kopi mendidih inilah yang akan mematangkan telur dan menciptakan tekstur buih pada kopi talua ini.

Kopi talua ini dipercaya memiliki khasiat kesehatan bagi para peminumnya, seperti menambah tenaga dan meningkatkan vitalitas kaum pria. Hal ini disebabkan oleh kandungan vitamin dan asam amino yang terdapat dalam kuning telur yang relatif lengkap. Jadi mitos yang berkembang dalam masyarakat bahwa minuman ini berkhasiat mungkin benar adanya. Tertarik mencoba?

Ilustrasi Kopi

2. Kopi Durian

Durian adalah salah satu buah khas Sumatra, durian menjadi salah satu kudapan favorit, sering dicampur dengan bumbu sambal dan tentunya kopi. Buah durian sudah menjadi tradisi masyarakat Sumatra, misalnya di Sumatera Utara; Kopi Durian menjadi salah satu kudapan khas daerah itu. Kenikmatan Kopi Durian tidak hanya menjadi ciri khas Sumatera Utara, tetapi sudah menyebar ke daerah Sumatra lainnya, seperti di Sumatera Selatan, Bengkulu maupun Lampung.

Penyajian Kopi Durian di Warung Kopi kota Medan, Sumatera Utara biasanya menggunakan kopi Sidikalang atau kopi Mandailing dan mencampurkannya dengan susu kental manis. Susu kental manis akan memperlembut aroma durian dan mencampurkan durian dengan kopi, sehingga menghasilkan kopi yang kaya rasa.

Di daerah lain di Sumatera, cara membuat kopi durian juga sangat beragam, misalkan di daerah Sumatera Selatan, Kopi Durian tidak dicampur dengan susu kental manis, tetapi direbus bersama dengan air kopi dan gula.

Kopi ini tidak disarankan bagi yang mempunyai masalah tekanan darah tinggi, asam urat dan kolesterol kronis.

Kopi Tubruk

3. Kopi Tubruk

Kopi Tubruk adalah cara penyajian kopi yang cukup umum di Indonesia, dan sangat lazim di Bali dan Jawa. Awalnya kopi tubruk ini adalah campuran tradisional dari bubuk kopi segala varian dan air. Penyajian kopi tubruk cukup unik untuk turis mancanegara, karena pada umumnya di negara lain, penyajian kopi sudah menggunakan mesin khusus. Beberapa daerah di Jawa dan Bali, masyarakat masih memanggang dan mengiling secara tradisional. Cara membuat kopi tubruk yaitu dengan mencampurkan bubuk kopi dengan gula dan air panas lalu diaduk, sari kopi akan terekstrak oleh air panas dan akan meninggalkan ampas kopi di dasar gelas.

4. Kopi Takar

Penyajian kopi khas dari Pakantan,- sebuah desa di daerah Mandailing, Natal, Sumatra Utara ini terbilang unik. Dalam bahasa Mandailing, takar berarti batok kelapa. Jadi kopi ini disajikan menggunakan gelas yang terbuat dari batok (tempurung) kelapa. Campuran kopi ini menggunakan gula aren, susu kental manis (opsional) dan sendok kayu manis, sedangkan jenis kopi yang digunakan biasanya menggunakan kopi Mandailing atau Sidikalang. Meracik kopi takar adalah dengan mencampur gula aren, susu kental manis dan kopi didalam batok kelapa. Kopi takar diminum dengan cara menyeruput kopi dengan kayu manis, dan kopi takar akan terasa lebih nikmat apabila baru disajikan (masih panas).

5. Kopi Joss

Kopi ini khas Yogyakarta, bermula dari angkringan di kisaran Tugu dan Malioboro, sekarang kopi Joss menjadi salah satu minuman ikonik di Yogyakarta. Kopi Joss adalah kopi tubruk yang diberi arang panas sehingga ketika arang masuk ke dalam kopi akan mengeluarkan suara “joosss”, itulah asal kata dari Kopi Joss. Arang akan mengendap di dasar gelas sehingga akan menghasilkan rasa kopi dan arang.

Mitosnya arang panas dari Kopi Joss ini menurunkan kadar kafein dari kopi, tetapi hal ini belum dibuktikan secara ilmiah, yang penting adalah rasa dan pengalaman menikmati Kopi Joss ini jangan dilewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta.