Art Jakarta 2017 Berakhir dengan Sukses

0
279

 

Gallery Francesca – Joaquin

Siaran Pers – Indonesia merayakan pesta seni milik Indonesia, Art Jakarta 2017. Pameran seni dengan pendekatan lifestyle ini berhasil menarik banyak pengunjung, sementara galeri-galeri yang berpartisipasi melaporkan hasil penjualan yang baik.

Pesta seni yang paling ditunggu-tunggu di Indonesia, Art Jakarta 2017 telah berakhir pada Minggu, 30 Juli 2017 dengan sukses. Art fair yang lahir dan dikembangkan di Indonesia ini telah menarik 47.645 pengunjung selama empat hari penyelenggaraannya (27-30 Juli 2017) di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. Mulai dari kolektor, pencinta seni, seniman, kurator, hingga penikmat seni, seluruh pengunjung dari berbagai kalangan ini menikmati pameran berikut program-programnya.

Art Jakarta 2017 mencatat penjualan tinggi dengan banyaknya galeri yang melaporkan omset tinggi. “Di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik, pameran ini membuat catatan bagus. Mengejutkan, minat masyarakat sangat tinggi. Kami menghadirkan karya-karya dari seniman yang memang sudah dikenal seperti Srihadi, Popo Iskandar, Mochtar Apin dll. Seniman-seniman ini sudah memiliki penggemarnya sendiri,” kata Edwin Rahardjo dari Edwin’s Gallery yang juga merupakan Ketua Asosiasi Galeri Senirupa Indonesia.

Edwin’s Gallery dan Lawangwangi adalah dua di antara galeri-galeri yang mencatat angka penjualan tinggi selama Art Jakarta 2017.

Oceu Apristawijaya – The Concept of Sharing Life

Senada dengan Edwin, Andonowati dari Lawangwangi menyatakan kepuasannya, “Art Jakarta merupakan art fair yang luar biasa. Kami tidak hanya melihat kolektor standar yang tujuannya untuk investasi, tapi juga penikmat seni yang mengapresiasi karya untuk dijadikan koleksi pribadi. Di Art Jakarta, kami menemukan pencinta-pencinta seni baru
yang tidak melihat karya seni sebagai bentuk investasi. Dan ini tidak kami dapatkan di art fair-art fair lain.” Lawangwangi tidak hanya berhasil menjual instalasi karya Eddy Susanto tapi juga seluruh karya Erwin Windu Pranata. Sebanyak 80 persen karya seni yang dipamerkan Lawangwangi Art Space selama Art Jakarta 2017 berhasil menarik pembeli, ditambah karya-karya lain dari ruang penyimpanan.

Art Jakarta 2017 menghadirkan lebih dari 1.500 karya seni dari 53 galeri. Sebanyak 33 galeri dari Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, China, Prancis, Australia, Yunani, dan Spanyol, bergabung dengan 20 galeri dari Indonesia. Pearl Lam Galleries, Yavuz Gallery, Villa del Arte dan Artist+Run adalah sebagian dari daftar panjang galeri asing.

Sotheby’s menghadirkan lukisan kanvas langka berkualitas museum karya Raden Saleh. Karya-karya kontemporer yang dihadirkan oleh sejumlah galeri antara lain dari seniman Masayoshi Nojo , SHIN Hyung Loc, Lee Yu Jin, Danny O’Connor, Aurelie Bauer , Gerrico Blanco, Mochtar Apin, Abenk Alter, Suryadi Suyamtina, atau Valentine Febri. Sebagai tambahan, merchandise yang didesain khusus untuk Art Jakarta oleh empat seniman ternama, bisa didapatkan di Art Bar.

Sotheby’s

PROGRAM-POGRAM ART JAKARTA 2017

Live Painting
Tiga seniman menampilkan live painting selama Art Jakarta 2017. Isur Suroso (Indonesia) dan Gaku Iragashi (Jepang) merampungkan karyanya di area foyer Art Jakarta 2017 selama empat hari. Sedangkan Douglas Diaz (AS) menyelesaikan lukisannya dalam satu hari di Sabtu, 30 Juli.

Performance Art
Salah satu yang dinantikan pengunjung adalah Performance Art. Tahun ini menampilkan Wayang Potehi dari Rumah Cinta wayang dan pertunjukan tari kontemporer oleh Kitapoleng, sebuah komunitas tari asal Bali.

Tur Keliling Pameran
Tur keliling pameran ini dipandu oleh kurator Ganara Art Space. Tur ini memberikan wawasan kepada pengunjung mengenai karya-karya yang dipamerkan.

Workshops
Ada berbagai workshop yang dapat diikuti oleh anak, remaja, maupun dewasa. Antara lain workshop untuk anak usia 6-12 tahun, membuat keramik, wayang potehi, dan melukis bersama Ronald Apriyan. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti workshop digital painting menggunakan Samsung Galaxy Tab S3 yang dipandu oleh seniman Muhammad Taufiq (Emte) dan Naufal Abshar.

Creative Talks
Diadakan setiap hari dengan tema berbeda-beda, memadukan seni dan lifestyle. Antara lain, Art for Charity yang membahas tentang bagaimana membeli karya seni sambil menyumbangkan sesuatu kepada masyarakat. Salah satu yang dinantikan banyak orang adalah talkshow mengenai seni, musik, dan video, dengan narasumber Tulus dan art director Rukmunal Hakim.

Art Charity Auction
Menggandeng seniman nasional yang merespon tiga kulkas Modena, tujuh set keramik Zen Fine Porcelain, 10 skateboard, dan 10 sneakers. Semuanya dilelang di hari terakhir Art Jakarta dan hasilnya didonasikan kepada Yayasan Mitra Museum Jakarta dan Jakarta Contemporary Ceramics Biennale Foundation.

Emerging Artists
Seniman-seniman muda menjadi salah satu yang mendapat perhatian khusus dari Art Jakarta 2017. Untuk pertama kalinya, Art Jakarta mengadakan kompetisi video seni (Video Art Competition 2017). Sepuluh karya finalis ditampilkan di Theater Room. Dari seluruh finalis, terpilih tiga pemenang dengan pemenang pertama, Riyadhus Shalihin dengan videonya, “Unidentified Origin of Light Less” (2017).

Sementara, di special section Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Emerging Artists, dipamerkan karya anak bangsa. Sebanyak 45 seniman muda di bawah usia 35 tahun dari seluruh Indonesia terpilih untuk memamerkan dan menjual karyanya selama Art Jakarta 2017 berlangsung.
Program ini menjadi media untuk memperkenalkan karya dan pemikiran para seniman muda Indonesia ke hadapan kolektor lokal maupun asing.

Live Painting – Isur Suroso

Pop Up Restaurant TASTE

Pop up restaurant “TASTE” menyajikan masakan dengan sentuhan artistik racikan Chef Yann Bernard Lejard dari The Ritz-Carlton Bahrain. Chef Bernard akan kembali menyajikan keterampilannya mengolah makanan dalam ruangan pop-up yang khusus didesain oleh Sinta Tantra berkolaborasi dengan Domisilium Studio Architec duo Hamprey Tedja dan Santi Alaysius di area foyer Grand Ballroom The-Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place.