BEACON (BEKRAF Animation Conference) Siap Digelar

0
1074

Jakarta – Pada tanggal 19-20 Juli 2017 kemarin, dalam rangka menyambut BEACON (BEKRAF Animation Conference), BEKRAF mengadakan Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh beberapa studio animasi lokal seperti Kumata Studio, Binekon Studio, Kinema Studio, Like Minds Animation, Mas Be, dan lain-lain, dan juga dihadiri oleh perbankan, agency, dan TV. BEACON itu sendiri adalah suatu acara yang akan mempertemukan para stakeholder di sektor animasi. Seperti kita ketahui, untuk sampai ke tengah masyarakat animasi membutuhkan banyak elemen dan melibatkan banyak orang dalam prosesnya, selain studio dibutuhkan juga agency, perbankan, investor, distributor, TV, dan lain-lain. Untuk itu BEACON amat sangat diperlukan agar semua elemen tersebut dapat saling berinteraksi dan diharapkan akan terjadi kolaborasi diantara mereka.

Kegiatan FGD ini dilakukan untuk menggali info dan merencanakan mau seperti apakah BEACON nanti, baik dari segi acara, pembicara, tamu yang diundang, maupun materinya. Dimana materi yang akan diangkat berupa materi yang tepat guna bagi rekan-rekan animasi.

Menurut Bapak Slamet Aji Pamungkas, M.Eng, Kepala Sub Direktorat Informasi dan Pengolahan Data Bekraf, BEACON akan diselenggarakan di 5 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali secara periodik sampai bulan November nanti. Masing-masing memiliki tema yang berkesinambungan dan akan mendukung perkembangan subsektor animasi nasional. Rencananya BEACON akan diisi dengan diskusi panel, workshop, kemudian akan ada kids corner, screening dan cosplay fashion show dan beberapa hal lainnya, lanjut Pak Slamet.

Daryl Wilson, ketua AINAKI Bandung dan CEO Kumata Studio sekaligus moderator FGD dan tim konten untuk BEACON mengatakan nantinya BEACON akan menjadi tepat berkumpul dan tempat bertransaksi karena sesuai misinya bagi para pelaku industri adalah pada moment link and mate.

Sebenarnya selain BEACON sudah ada beberapa event animasi lainnya seperti InamaFest dan Baros Animation Festival (BIAF). InamaFest adalah melting-pot bagi semua pelaku animasi di seluruh Indonesia untuk saling berbagi pengalaman, menampilkan karya, meningkatkan kualitas, membentuk jaringan, dan membuka pasar yang lebih luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sedangkan BIAF adalah sebuah festival di Cimahi yang diselenggarakan oleh teman-teman dari CCA (Cimahi Creative Animation) dan sudah berjalan ke 4 tahun berturut-turut.

Menurut Daryl kondisi industri animasi saat ini sudah semakin membaik, sudah ada peningkatan di IP lokal dan servis studio pun sudah mulai terbagi, tidak seperti dulu dimana studio menangani semuanya.

Di balik kemajuan servis di studio ini sebenarnya masih terdapat kendala, seperti IP yang ingin dijual ke TV lokal maupun ke luar, khususnya dalam hal permodalan. Untuk membuat sebuah IP butuh waktu yang lama dan butuh tenaga kerja yang cukup banyak tapi kita tidak memiliki banyak peluang atau kesempatan itu untuk melaju lebih ke depan untuk bisa menghasilkan hal itu.

Selain itu kendala lainnya adalah belum adanya market content event besar di Indonesia seperti Meatkom untuk konten anak di Perancis, lalu ada Asian Indonesian Forum yang ada di Selfis Asia, sehingga TV-TV lokal di Indonesia mencari konten lokal mereka di market content event tersebut yang notabene di luar negeri dan produksi studio luar negeri. Atau TV lokal ini mempunyai ide dan kemudian mereka mencari partner vendor untuk memproduksi konten mereka di luar negeri. Padahal Indonesia sendiri mempunyai banyak studio animasi dan konten yang layak jual dan tayang di TV lokal Indonesia. Andaikan Indonesia memiliki sebuah event market untuk konten TV dan maka akan sangat menarik untuk mendatangkan calon-calon pembeli di Indonesia.

Selain membahas BEACON, FGD ini juga membahas tentang pemodalan yang juga menjadi momok bagi industri animasi di Indonesia. Deputi Akses Pemodalan Bekraf, Bapak Fadjar Hutomo, S.T., MMT., CFP mengatakan bahwa Bekraf akan membantu akses pemodalan dengan menjalin dan merangkul bank untuk membantu. “Kami lakukan pelatihan manajeman permodalan. Mempelajari skema pemodalan yang pas dan dapat ditawarkan untuk subsektor animasi”.