Berpetualang Melalui Foto Panggung

0
892

Teks: Filomena Tunjung | Foto: Istimewa | Editor: Intan Larasati

Berpetualang Melalui Foto Panggung

Tari Saman by Fachrun Daud doc Stage ID

A great photograph is one that fully expresses what one feels, in the deepest sense, about what is being photographed. – Ansel Adams 

Selembar foto bisa memiliki berjuta tanggapan. Akan ada yang bilang itu bagus, namun ada juga yang pasti bilang tidak menarik bahkan jelek. Persepsi dan opini; setiap kepala pasti memiliki suatu persepsi serta opini yang beragam. Foto disebut bagus kalau sang fotografer berhasil memenuhi “tugas” yang diembankan kepadanya. Kalau foto itu adalah foto wajah artis cantik, foto yang bagus adalah foto yang bisa menggambarkan kecantikan artis tersebut. Demikian pula foto masakan yang menarik adalah foto yang membuat orang merasa ingin memakan makanan yang terpotret itu. Adapun dalam dunia jurnalistik misalnya, tidak jarang foto bencana alam dianggap sebagai foto yang bagus hingga memenangkan suatu penghargaan internasional. Foto-foto tersebut adalah foto yang menimbulkan kengerian, keibaan, dan pemahaman pada realitas yang terjadi. Lalu, bagaimana dengan foto panggung? Cukup dikenalkah istilah foto panggung di Indonesia sendiri?

Foto panggung berawal dari sebuah komunitas yang aktif mendokumentasikan apa yang terjadi di atas, hingga di belakang panggung, karena tidak semua orang berkesempatan mengambil moment-moment imajinatif tersebut. Momen yang diabadikan komunitas fotografer panggung sendiri tidak terbatas pada hanya satu jenis pertunjukan seperti pertunjukan band musik saja, namun meluas hingga pertunjukan tari, pantomim, teater, hingga lawak. Pencahayaan yang minim serta terbatas, pengaturan kamera, hingga penantian momen yang tepat untuk menekan tombol shutter kamera menjadi tantangan tersendiri bagi para “pemburu” foto panggung.

“A good snapshot keeps a moment from running away.” – Eudora Welty

Berpetualang Melalui Foto Panggung

Hayley Williams Paramore by Ardhian Wisnu Pratama doc Stage ID

Ketertarikan untuk menangkap serta mengunci setiap momen yang ada hingga memiliki nuansa yang berbeda mungkin sedikit banyak menjadi alasan kuat mengapa para “pemburu” ini benar-benar menekuni dunia foto panggung. Melalui sebuah foto, sebuah model diam pun seolah-olah mampu tampil dengan sangat imajinatif, apalagi dengan momen-momen yang tercipta melalui model yang aktif bergerak lepas bebas di atas sebuah panggung pertunjukkan dengan beragam emosi. Kemungkinan-kemungkinan yang muncul tersebut turut didukung dengan cukup berkembangnya komunitas foto panggung di Indonesia.

Apa Itu Foto Panggung?

Stage photography sendiri memiliki pengertian sebagai salah satu genre fotografi yang merekam segala jenis aksi panggung beserta elemen-elemen di dalamnya. Di samping itu, fotografi panggung juga turut menjadi salah satu bagian dari foto jurnalistik yang tentunya memiliki nilai-nilai jurnalistik tersendiri. Dilihat dari segi teknik pengambilan gambar pun, teknik pengambilan foto panggung pun tidak banyak berbeda dari fotografi jurnalistik pada umumnya. Nah, lalu apa yang membuat foto panggung berbeda dari yang lain?

Dunia panggung merupakan dunia sandiwara. Penuh ekspresi dengan rangkaian emosi yang mengalir berbeda-beda dalam setiap momen yang tercipta. Di samping itu, image seseorang akan makna “panggung” itu bisa berbeda-beda. Panggung bisa jadi hanya diartikan sebagai sebuah papan berukuran dua meter dengan pencahayaan ala kadarnya, bahkan bisa dilihat sebagai sebuah tempat pertunjukan megah dengan sorot lampu yang indah dari berbagai sudut. Namun, sebuah panggung bisa juga diartikan sebagai gesture tubuh seseorang bahkan kehidupan seseorang. Itulah letak keunikan fotografi panggung. Bagaimana seseorang nantinya mengapresiasi suatu karya dengan persepsi yang berbeda hingga bagaimana “petikan” shutter para pemburu mampu menghasilkan sentuhan-sentuhan “drama” dalam di setiap tangkapannya.

Komunitas Fotografer Foto Panggung

Sebagai sebuah komunitas, keberadaan fotografer panggung di Indonesia bisa dibilang sedang merangkak naik. Sebut saja beberapa nama seperti komunitas Stage ID yang tidak asing di telinga para fotografer Indonesia. Lalu diikuti dengan komunitas Jogja Stage yang berbasis di salah satu kota wisata di Indonesia, Yogyakarta. Hingga portal media seperti http://indonesiaonstage.com yang turut menjadi sumber informasi akan eksistensi fotografi panggung di Indonesia.  Bertahap dan berkembang secara kreatif, mungkin dua frasa tersebut yang bisa penulis sampaikan ketika hendak mendeskripsikan keberadaan komunitas fotografi panggung di Indonesia saat ini.  

Stage ID

Berpetualang Melalui Foto Panggung

Chester Bennington by Achmad Hafiyyan Faza doc Stage ID

Berawal dari keaktifan mendokumentasikan apa yang di atas dan di belakang panggung, para pelopor komunitas Stage ID yang memiliki kedekatan dengan dunia seni, visual, dan musik pada akhirnya menyatukan visi serta misi bahwa tindakan maupun peristiwa adalah karya panggung. Keberadaan komunitas Stage ID sendiri terus berkembang dengan keterlibatan aktif dari anggota-anggotanya yang tidak hanya berasal dari satu profesi saja. Visi yang kuat untuk merekam setiap peristiwa hingga menempatkan rekaman-rekaman peristiwa tersebut sebagai bagian dari sejarah pun terus berlanjut hingga saat ini. Tepatnya hingga akhir tahun 2011 lalu, komunitas yang diisi oleh insan-insan kreatif dari beberapa profesi yang berbeda mulai dari Band Manager, Graphic Designer, Insight Band Photographer, Art Journalist, serta beberapa profesi lainnya menggelar pameran pertama mereka.

Tidak tanggung-tanggung, beberapa organisasi seperti Jakarta Art Council, Jakarta BIENALLE 14, KULTURBLENDER, serta beberapa media partner turut menjadi pendukung pameran pertama yang tidak hanya berhasil menarik perhatian publik, tetapi juga berhasil menciptakan identifikasi bagi penikmat karya fotografi.

Stage ID sendiri terus berusaha untuk mengembangkan diri dan mempertajam visi mereka untuk menjadi tempat dokumentasi sejarah sebagai bentuk apresiasi yang tinggi untuk momen-momen berharga yang telah dan akan terjadi di atas panggung.

Jogja Stage

Keberhasilan langkah Stage ID pun juga diikuti oleh insan-insan kreatif dari komunitas Jogja Stage yang berbasis di kota Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, Jogja Stage baru saja sukses menggelar pameran pertama mereka bertajuk “Dunia Panggung [Sandiwara]” yang berlangsung dari tanggal 17-30 Juni 2012 bertempat di Kelas Pagi Yogyakarta (KPY).
Jogja Stage sendiri ingin terus berkarya melalui media foto dengan mengartikan fotografi dari sudut pandang berbeda. Mengunci waktu serta momen-momen yang penuh luapan emosi dengan “media lain” yang mampu menjadikan momen tersebut abadi.

“All the world’s stage, and all the men and women merely players: they have their exits and their entrances; and one man in his time plays many parts, his acts being seven ages.” – William Shakespeare 

Indonesia On Stage 

Berpetualang Melalui Foto Panggung

Sheila-on7 doc Indonesia on Stage

Indonesia On Stage merupakan salah satu portal media berbasis di Indonesia yang memiliki misi untuk memanjakan para penikmat karya fotografi dengan galeri foto panggung megah dari artis serta musisi dalam maupun luar negeri.

Didirikan pada tahun 2012, Indonesia On Stage sukses menyajikan pertunjukan dan konser ke dalam media foto yang nampak hidup. Bahkan dalam waktu dekat, Indonesia On Stage menawarkan packaging serta konten yang lebih menarik dengan tutorial fotografi, review konser-konser yang telah dan hendak berlangsung, serta membagikan beberapa freebies bagi para visitor.

Untuk memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat, Indonesia On Stage turut memberi ruang bagi para insan-insan kreatif dengan memperkenalkan bakat-bakat baru kepada masyarakat. Mungkin pepatah “it’s time to give action to your nation” adalah bukti nyata persembahan Indonesia On Stage bagi Indonesia.

Keep on your tracks, guys…

Source:

http://indonesiaonstage.com/

http://www.stageid.com/

http://www.jogjastage.blogspot.com/