BISMA Goes to Creativepreneur

0
352

Press Release – Bandung, 21 Mei 2017 – Sekretaris Utama BEKRAF, Mesdin Kornelis Simarmata menyampaikan bahwa BEKRAF telah meluncurkan aplikasi unggulan BISMA (BEKRAF Information System and Mobile Application) yang bertujuan memajukan pelaku usaha kreatif di Indonesia. Dimana saat ini, sekitar 1113 pelaku ekonomi kreatif telah bergabung dengan BISMA. Para pelaku dari 16 sub-sektor yang terdaftar di BEKRAF perlu mendorong BISMA bukan hanya sebagai aplikasi milik pemerintah saja tetapi sebagai wahana bersama para pelaku kreatif di Indonesia untuk memajukan perkembangan usahanya, ujar Mesdin Kornelis Simarmata. BISMA mendorong para pelaku memiliki jejaring dan memperoleh kesempatan mendapatkan fasilitasi dan dukungan bagi pengembangan usahanya dari BEKRAF.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka BEKRAF bekerja sama dengan Bandung Creative City Forum (BCCF) mengadakan kegiatan temu BISMA dengan para pelaku, sekaligus juga memberikan ruang bagi para pelaku untuk bertemu dan berjejaring. Kegiatan BIGGER (BISMA Goes to Get Member) dilaksanakan di Bandung, yang dikenal sebagai kota kreatif yang didukung oleh pusat studi kreatifnya. Hal tersebut menjadi alasan penyelenggara BIGGER dengan tajuk BISMA Goes to Creativepreneur di Bandung pada tanggal 21 Mei 2017 menjadi langkah awal kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif yang diwadahi oleh BEKRAF.

Kegiatan ini diisi oleh narasumber yang memberikan insight dan transfer knowledge dari para pelaku yang telah memiliki reputasi mendunia di bidangnya seperti Ajie Santika (Tinker Games, Start-Up Bandung) Irna Mutiara (Indonesia Fashion Chamber), dan Ali Bagus Antra (Bebek Garang). “Kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan dengan metoda yang bersifat eksperiental, atau memberikan experience nyata bagi para creativepreneurs yang hadir untuk dapat langsung terkoneksi dan berjejaring, “jelas Fiki Satari, Ketua BCCF, “Para pesertanya nanti akan diarahkan untuk terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan, sehingga mereka akan termotivasi untuk tergabung dalam BISMA.”

Pembicara kunci sekaligus pembuka kegiatan ini adalah Mesdin Kornelis Simarmata, Sekretaris Utama BEKRAF, dengan tema Creative Economy and The Next Generation of Indonesian Creativepreneurs, yang dapat memberikan wawasan mengenai potensi wirausahawan kreatif terkini di Indonesia. Para pembicara dalam sesi panel adalah Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Regi Wahyu (CEO dan pendiri Dattabot), Andrian Ishak (chef dan pemilik Namaaz Dining), Dina Midiani (Indonesia Fashion Chamber), serta Pidi Baiq (The Panas Dalam). Sesi Panel dilanjutkan dengan sesi paralel di kelas-kelas terpisah, dengan narasumber antara lain Andy Fajar Handika (Kulina), Jodi Janitra (J&C Cookies), Hasbi Asyadiq (Octagon Studio), Galih Sedayu (Air Foto Network, Ruang Kolabob rasa), Wandi Krisdian (Forum Desain Bandung, Bandung Design Biennale), Ahmad Gumnizar (iMars Bandung), Tita Larasati (Komite Ekonomi Kreatif Kota Bandung, CAB Independent Publishing), dan Rully Kustandar (internet marketer).

Daya tarik yang tak kalah dari kegiatan ini adalah pameran brand atau produk kreatif dari para creativepreneurs yang terseleksi serta ruang konsultasi yang disediakan bagi para pelaku untuk berkomunikasi dengan kedeputian di BEKRAF. Lebih lanjut, Mesdin Kornelis Simarmata menegaskan “Event ini harus dapat menjadi sumber inspirasi para pelaku ekonomi kreatif dan peningkatan kapasitas pengelolaan usahanya.”

NAMAAZ DINING, SENSASI MOLECULAR GASTRONOMY

Namaaz Dining merupakan restoran yang mempunyai konsep kuat karena menu yang disajikan dimasak dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan cara molecular gastronomy. Teknik memasak modern ini mengubah bahan pangan melalui transformasi fisiokimiawi pada proses memasaknya, dan fenomena sensori saat mereka dikonsumsi.

Andrian Ishak sang chef sekaligus pemilik Namaaz Dining melebur makanan ke bentuk molekulnya, sehingga bisa diubah menjadi bentuk baru yang sama sekali berbeda. Dia memperlihatkan beberapa contoh menu dimana rasa makanan yang disajikan tidak sesuai dengan tampilannya seperti tampilan segelas air putih yang ternyata merupakan susu coklat. Ada juga makanan yang disajikan berupa selembar kertas dan sebatang pinsil yang apabila dimakan rasanya adalah opor ayam.

Setiap harinya Namaaz Dining hanya melayani 28 konsumen sehingga untuk dapat menikmati sensasi kuliner di sana kamu tidak bisa asal datang, tetapi kamu harus melakukan reservasi terlebih dahulu secara online.