Crafty Days: Pergerakan Usaha DIY

0
1795
20140303_Crafty_Days_1

20140303_Crafty_Days_1Literasi adalah keupayaan untuk membaca, menulis, memahami perkataan dan pengetahuan. Setelah proses pemahaman, diharapkan terjadi pengaplikasian dari knowledge itu sendiri. Pengetahuan hasil literasi itu yang menjadikan potensi besar bagi seseorang untuk mempraktekkan potensinya. Ilmu jurnalistik dan media pers memiliki peran yang signifikan untuk memajukan gerakan literasi. Namun ada banyak manifestasi dari gerakan literasi itu sendiri. Komunitas-komunitas atau klub hobi yang berbasis literasi seperti perpustakaan, taman bacaan, atau klub menulis merupakan gerakan narasi kecil yang mendorong potensi diri melalui membaca. Salah satu komunitas unik ini adalah Tobucil (singkatan dari Toko Buku Kecil ) yang mewujudkan literasi menjadi program klub-klub hobi atau yang mereka sebut dengan program Tobucil & Klabs. Salah satu program besar klub Tobucil ini adalah Crafty Days.

20140303_Crafty_Days_6Crafty Days adalah program tahunan dari Tobucil untuk mengapresiasi para kalangan yang menjalankan bisnis hobi. Mulai dari aneka ragam tas, boneka, ilustrasi, sampai kerajinan plastik kresek daur ulang mewarnai stand-stand penjualan yang diadakan di Gedung Indonesia Menggugat. Acara ini sudah diadakan sejak tahun 2007. Untuk membahas Crafty Days itu sendiri pertama-tama harus membahas komunitas Tobucil. Berdiri sejak tahun 2001, Tobucil adalah toko buku plus klub hobi (biasa disebut klabs) yang didirikan oleh Tarlen Handayani. Nah, potensi hobi-hobi dari klabs inilah yang menggerakan Mbak Tarlen untuk mengadakan acara tahunan dalam rangka mengapresiasi semangat bisnis kreatif DIY (Do It Yourself).

Stand yang saya kunjungi diantaranya adalah Maken Living yang berkarya melalui kerajinan pajangan interior berupa frame kayu dan bantal custom. “Bisnis ini baru dijalani 2 tahun,” ungkap Fauzan Adi Nugraha yang produknya dibuat di Yogyakarta. Kemudian Produk W+ yang merupakan kolaborasi dari dua grup street art dari Bandung yaitu WHOP dan WowBow. Mereka menonjolkan karakter ilustrasinya dengan produk tas, dompet, dan notebook.

20140303_Crafty_Days_4Bisnis craft memiliki unsur spontanitas dan keutuhan dalam menjalaninya. Di saat sesi tanya jawab soal bisnis DIY, salah satu pembicaranya bernama Ria Nirwana pemilik usaha Bagus Bagus Wrapping House mengatakan modal awal dia untuk usaha adalah berani untuk memulai sendirian. Hobinya membuat berbagai kartu dan memo board  sejak SMA mengantarkan dia menuju perusahaan bungkus kado yang telah merambah ke pusat perbelanjaan ternama seperti Senayan City, Cilandak Town Square, TGA Blok M, dan memperkerjakan sekitar 25 karyawan pembuat handmade dan 50-an karyawan toko.

Menurut Mbak Tarlen, hobi sangat memicu penggalian potensi diri. Penggalian potensi diri melalui hobi inilah yang menghasilkan produk-produk kreatif yang menyenangkan dan unik, namun membutuhkan kedisiplinan dan dedikasi yang tinggi karena hal tersebut adalah pondasi utama gerakan usaha DIY. Crafty Days adalah pembuktian bahwa sesuatu yang kecil akan menjadi sesuatu yang besar jika dijalani dengan penuh konsisten. Di saat saya bertanya Mbak Tarlen tentang harapannya sepuluh sampai dua puluh tahun mendatang hanyalah agar Tobucil tetap jalan dan tetap ‘kecil’, karena dia berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang besar berawal dari sesuatu yang kecil dan bagi kalangan yang ingin memulai usahanya dari suatu yang kecil, Mbak Tarlen berharap bisa menginspirasi kalangan tersebut dengan usaha yang dia lakukan lewat acara Crafty Days.

20140303_Crafty_Days_7

Tautan luar: