Kami Melawan Korupsi, Menciptakan Jalan Melalui Seni

0
1730

20150206_SeniLawanKorupsi_1

Indonesia setiap harinya selalu dipenuhi cerita. Entah cerita mengenai sukacita maupun dukacita. Indonesia selalu dikejutkan dengan berbagai peristiwa. Terlebih peristiwa korupsi di tanah air yang kian merajalela. Beberapa bulan terakhir jika kita melihat media massa, upaya pemberantasan korupsi di Indonesia mendapat serangan bertubi-tubi dari berbagai penjuru. Puncaknya yaitu ketika para pimpinan dan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami kriminalisasi yang berujung pada pelemahan institusi anti rasuah tersebut. Kemanakah sistem keadilan di negeri ini?

Situasi kian sengit sedang terjadi di Indonesia saat ini. Para koruptor semakin mencari celah dalam mengibarkan operasinya di pelbagai lembaga mulai dari kepolisian, kejaksaan, kehakiman, DPR, kementrian bahkan sampai pada relawan. Mereka dengan mudah membuat strategi permainan yang begitu matang dan terencana untuk eksplorasi hukum, tatanan sosial, agar segala upaya yang mereka lakukan demi mengeruk keuntungan semata.

20150206_SeniLawanKorupsi_5

Atas peristiwa tersebut, perang opini mulai bermunculan baik di jalan maupun ranah social media. Dalam memenangkan pertarungan melawan korupsi, masyarakat perlu dibangun kembali semangatnya dan digerakkan bersama untuk melawan korupsi. Melalui sosialisasi, menulis opini, ataupun kegiatan sosial. Opini tandingan perlu diwadahi dalam seni agar lebih mudah dipahami dan membumi. Seni dapat lebih mengalir dalam mengangkat persoalan sosial sekaligus mendorong budaya baru yang anti-korupsi. Pentingnya urgensi untuk bersikap tegas melawan korupsi. Maka Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Koalisi Seni Indonesia (KSI) mengajak seluruh elemen seni di Indonesia serta mengundang masyarakat untuk bersinergi dalam satu gerakan besar yaitu #SeniLawanKorupsi.

#SeniLawanKorupsi merupakan serangkaian aktivitas kesenian yang berkesinambungan dalam bentuk pameran, pertunjukan, bursa, dan pidato kebudayaan yang melibatkan para pegiat seni yang peduli. Deklarasi #SeniLawanKorupsi pertama kali dikumandangkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2015. #SeniLawanKorupsi dideklarasikan dan digerakkan untuk: Menyediakan akses data mengenai korupsi melalui seni, Mengajak seniman berpartisipasi dan memberikan feeding dalam gerakan anti-korupsi dan Menggalang kampanye kesadaran publik dalam bentuk proyek dan karya seni.

20150206_SeniLawanKorupsi_2

Melalui perhelatan seni, para seniman dari perupa hingga sastrawan menunjukkan aspirasi mereka dalam pameran seni bertajuk #SeniLawanKorupsi yang berlangsung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Kamis (5/2) kemarin. DKJ dan KSI bersama 23 lembaga seni di Jakarta menggelar serangkaian kegiatan seni seperti pertunjukan musik, pameran seni rupa, wayang orang, stand up comedy, pemutaran film dokumenter yang keseluruhan acara tersebut mengacu pada dukungan terhadap pemberantasan korupsi. Seni digunakan untuk membedah anatomi korupsi demi membangunkan kesadaran masyarakat betapa penting untuk memberantasnya hingga ke akar kebudayaan kita.

Pameran ini terselenggara bermula dari kegelisahan para seniman melalui diskusi-diskusi yang dilakukan di antara mereka. Salah satu diskusi #SeniLawanKorupsi pada Senin, (23/2) lalu mengenai pemberantasan korupsi selalu membicarakan tentang pengeluaran keuangan Negara, tetapi tidak pernah membicarakan tentang pemasukan keuangan Negara. Menjadi perhatian yaitu pengeluaran-pengeluaran Negara. Padahal korupsi juga selalu terjadi aliran masuknya uang bagi Negara. Pengawasan terhadap jalur-jalur masuknya uang ke kas negara bisa jadi sumber kebocoran yang mengurangi potensi pendapatan Negara.

20150206_SeniLawanKorupsi_3

Pihak penyelenggara DKJ dan KSI mengumpulkan karya seni dari seluruh seniman yang terlibat melalui media sosial. Hanya dalam waktu dua hari antusias seniman begitu tinggi sehingga sudah terkumpul ratusan karya dari berbagai daerah di Indonesia. #SeniLawanKorupsi juga diramaikan oleh  Akademi Samali, Card-to-Post, Demokreatif, RuangRupa, Butet Kartaredjasa, Ari & Reda, Endah N Rhesa, Agus Noor dll. Para seniman yang berpartisipasi dalam acara ini juga turut mendeklarasikan gerakan #SeniLawanKorupsi.

Pengunjung tampak antusias memperhatikan satu persatu poster yang terpasang pada area pameran. Dari ratusan poster yang terpampang, banyak sekali pesan untuk kita bisa menghentikan korupsi. Semua aspirasi tercantum dalam pameran karya seni #SeniLawanKorupsi. Selain aspirasi korupsi melalui poster, pengunjung juga dapat menikmati seni rupa yang sudah jadi karena ada beberapa seniman lukis yang membuka studio dadakan untuk mengekspresikan seniman melawan korupsi dengan melukis secara live di muka pengunjung.

20150206_SeniLawanKorupsi_4

Dari sekian banyak pengunjung anak muda yang turut berpartisipasi, Lucy (40) membawa serta kedua anaknya Stevan (8) dan Stevani (4). Sebagai orangtua, dirasa perlu untuk menerapkan budaya anti korupsi sejak dini. Ia memberi contoh kepada anak-anaknya agar selalu berperilaku jujur. “Saya selalu bicara kepada anak-anak saya agar kalau ada apa-apa ngomong jujur. Misalkan ada bayaran sekolah jumlahnya segini, bayaran les, minta uang jajan untuk keperluan ini dsb. Jangan takut untuk ngomong jujur, kalau salah berani mempertanggungjawabkan kesalahannya.” ujarnya. Tak hanya itu, sebagai ibu ia juga memberikan pelajaran mengenai politik agar kelak anaknya tidak terlalu buta akan hal politik.

_____
Tautan Luar:

Foto: Josephine Inggri A