Memahami Kriya Indonesia di Pameran REPOSISI

0
927

Teks : Ifan F. Harijanto | Editor: Intan Larasati | Foto : Ifan F. Harijanto

Memahami Kriya Indonesia di Pameran REPOSISI

“Untuk membuat kriya, seorang kriyawan individual harus memiliki kelebihan untuk menguasai dan mengenali material yang akan digunakan” –Kriya Indonesia: REPOSISI

Jakarta – “Kri.yan [adalah] pekerjaaan [kerajinan] tangan“. Itulah yang dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang pengertian Kriya yang bersifat singkat dan sederhana. Bertempat di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, Jum’at (14/09) digelar pameran “Kriya Indonesia: REPOSISI“. Pameran ini dibuka oleh Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sulistyo Tirtokusumo, mewakili Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan yang berhalangan hadir. Para undangan dan seniman dari berbagai kalangan juga berdatangan menghadiri pameran ini. Dalam sambutan pembukanya, Sulistyo Tirtokusumo merasa bangga akan kerja keras para seniman dan pengrajin kriya di Indonesia, karena karya-karya yang ditampilkan di pameran REPOSISI sangat beragam dan berbeda dengan apa yang biasa orang bayangkan mengenai kriya Indonesia.

Memahami Kriya Indonesia di Pameran REPOSISI

Di kesempatan lain, Asmudjo J. Irianto dan Rizki A. Zaelani selaku Kurator pameran Kriya Indonesia: REPOSISI, menjelaskan mengenai tidak mudahnya menetapkan batasan “Kriya Indonesia” dikarenakan pengertian dari istilah kriya bersifat sangat cair, serta pengertian tentang Indonesia sendiri merupakan ruang lingkup pemahaman yang sangat luas. Sehingga kurator perlu menetapkan batasan ruang lingkup dan kegiatannya dari pengertian kriya yang bersifat generik atau umum, sebagaimana kerap dipergunakan oleh para pelaku dan pemirsanya saat ini.

Memahami Kriya Indonesia di Pameran REPOSISI

Pameran Kriya Indonesia: REPOSISI diikuti oleh 60 orang peserta dengan 75 karya yang dipamerkan. Mereka berasal dari kalangan seniman tradisi (traditional artist), seniman kriya (artist craftman), dan para perancang (designer) dari kota Jakarta, Bandung, Cirebon, Jatiwangi, Yogyakarta, Solo, Denpasar, Gorontalo, bahkan dari Jayapura pun ikut serta dalam pameran ini. Karya-karya yang ditampilkan berupa kriya dari material keramik, tekstil (tenun & batik), logam (tembaga, perak, perunggu), rotan, kayu, anyaman, perhiasan, furniture, dan lampu.

Memahami Kriya Indonesia di Pameran REPOSISI

Pembukaan Pameran Kriya Indonesia: REPOSISI kali ini dimeriahkan oleh penampilan musik The People Clay dari Jatiwangi Art Factory pimpinan Arif Yudha. Rombongan musik yang menggunakan alat musik dari keramik ini membawa serta Bapak Camat Jatiwangi serta Kepala Desa Jatisura, yang turut serta menyumbangkan lagu berkolaborasi dengan Irwan Ahmet dari Jakarta.

Memahami Kriya Indonesia di Pameran REPOSISI

Dalam rilisnya, Pameran Kriya Indonesia: REPOSISI merupakan sebuah upaya untuk menelusuri dan memetakan kembali ruang lingkup, potensi, dan permasalahan kriya Indonesia. Karena itu yang akan ditampilkan adalah wakil-wakil dari ruang lingkup kriya seperti kriya tradisi, baik yang berhasil melakukan reposisi (menjadi sentra kriya), maupun yang ada dalam situasi menghawatirkan. Selain itu yang sesungguhnya belum berkembang adalah industri seni dekoratif atau kriya industri, yaitu industri yang semi masinal (mesin) namun masih mengandalkan keterampilan tangan. Lingkup tersebut juga bisa diperluas tidak hanya menyangkut dekoratif, namun juga menyangkut benda-benda fungsional seperti furnitur atau peralatan rumah tangga, sejauh masih mengandalkan aspek-aspek pekerjaan tangan. Sesungguhnya Indonesia menjadi wilayah yang sangat potensial bagi industri kriya atau seni dekoratif yang mengandalkan keterampilan, namun potensi tersebut masih minim dimanfaatkan.

Memahami Kriya Indonesia di Pameran REPOSISI

Pameran Kriya Indonesia: REPOSISI yang terselenggara atas kerjasama Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, akan berlangsung sampai 24 September 2012. Jadi bagi Anda yang ingin mengetahui ragam dan macam kriya Indonesia dari sudut pandang berbeda yang dikerjakan oleh para seniman, maka wajib untuk menghadiri pameran ini. Di sini akan ditemukan berbagai macam jenis kriya yang jarang ada di pameran-pameran kriya biasanya yang umumnya hanya mengejar target penjualan untuk pameran tersebut. Namun di Pameran Kriya Indonesia: REPOSISI, pengunjung bisa mendapatkan inspirasi maupun keinginan untuk bisa membuat kriya Indonesia lebih beragam.