Press Release – 2nd Fine Art Exhibition Indonesia Vietnam

0
381

Kolaborasi Seniman

Pada tanggal 15-30 Oktober 2016 di Crowne Plaza, Hanoi barat, dua belas seniman dari Vietnam dan Indonesia mengadakan pameran seni rupa. Ada Tao Huong, Nguyen Duc Hung, Tran Thi Thao Hien, Tao Linh, Le Huy Cuu dan Nguyen Ngoc Dan dari Vietnam. Juga Emmy Go, Erica Hestu Wahyuni, Hadi Soesanto, Johan Suwondo, Tiarma Sirait dan Wiwik Oratmangun dari Indonesia. Pameran ini mendorong dialog terbuka dan introspeksi pribadi antar seniman dan penikmat seni.

Setiap seniman mengalami fase yang berbeda, dimana seni lokal bisa berkembang menjadi skala global. Dalam situasi seperti globalisasi ini, seni selalu dibutuhkan untuk mempertahankan prestasi estetika. Interaksi seniman dari berbagai negara harus terus berjalan. Seniman tidak lepas dari situasi dan ikatan masyarakat dan bangsanya. Karya seni yang mereka ciptakan menunjukkan karakteristik unik yang mencerminkan budaya mereka.

Oleh karena itu, perlu untuk memastikan tersedianya sarana pendukung seperti seniman komunikasi dan jaringan kolaboratif.

Interaksi seperti estetika yang beragam harus selalu dijaga oleh seniman di seluruh dunia.

Awal Kolaborasi Pelukis Indonesia dan Vietnam
International Fine Art Exhibition Contemporary Dialogue

Hubungan yang baik antara dua negara antara Indonesia dan Vietnam telah terbentuk sejak lama. Sampai saat ini hubungan baik tidak hanya pada politik, ekonomi dan budaya negara, tapi juga dari hubungan masyarakat.

Salah satu contoh yang menggambarkan hubungan baik adalah persahabatan yang erat antara pelukis Indonesia dan Vietnam.

Pada tanggal 15 Oktober sampai 30 Oktober 2016, enam pelukis dari Indonesia dan enam pelukis dari Vietnam bersama-sama menyelenggarakan sebuah pameran di Crowne Plaza Hotel, Hanoi Barat, yang diberi nama International Fine Art Contemporary Dialogue.

Pameran ini dapat dilaksakan dengan bantuan dari Kedutaan Besar Indonesia di Vietnam-Hanoi dan Crowne Plaza Hotel. Acara dibuka oleh Bapak Ibnu Hadi selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Manager Umum Crowne Plaza Hotel, dan juga oleh Kepala Departemen Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, Departemen Seni, Fotografi dan Pameran, Bapak Vi Kien Thanh.

Setiap pelukis memamerkan 4 mahakarya, dengan jumlah keseluruhan adalah 48 karya dimana terdiri dari genre impresionis, abstrak dan realis. Pembukaan pameran berjalan lancar dan mendapatkan pengakuan positif dari warga tempat. Bahkan ada banyak pengunjung yang datang dari luar negeri, seiring dengan kehadiran beberapa media lokal seperti surat kabar, televisi, dan radio.

Dalam pembukaan pameran tersebut, Bapak Ibnu Hadi berharap kegiatan ini dapat diperpanjang dan ditingkatkan hingga pertukaran budaya dan seni di antara kedua negara ini dapat menjadi lebih baik dan bermanfaat dalam hubungan antara kedua negara bahkan global.

Lanjutan Kolaborasi Pelukis Indonesia dan Vietnam
2nd Fine Art Exhibition Indonesia Vietnam

Tahun ini, sesuai dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya, ke-12 seniman dari Indonesia dan Vietnam yang telah mengikuti pameran di Hanoi tahun lalu, akan melanjutkan dan menjaga hubungan baik di industri seni dengan cara menyelenggarakan sebuah pameran. Kali ini pameran akan berlangsung di Indonesia, di The Breeze Art Space, BSD City, Tangerang Selatan pada bulan September 2017. Sebagai tempat seni baru, The Breeze Art Space memiliki ruang pameran seni dengan luas lebih dari 1.000 m2 dan lebih dari 200 panjang panel. Dan rencananya akan menghadirkan lebih banyak mahakarya dan dalam ukuran lebih besar. Masing-masing artis akan membawa setidaknya 5 karya dengan ukuran 150cm x 150cm sebagai ukuran minimum.

Kami juga berencana menambah artis Indonesia untuk bergabung dan mengisi galeri pameran yang lebih besar dengan karya master mereka, salah satu artis tamu adalah seniman internasional, Heri Dono akan menunjukkan pembuatan instalasi seni di danau yang indah di daerah Breeze dan Suharmanto dengan 2 lukisan super-realis.

Karena itu, pameran ini akan jauh berbeda dari sebelumnya. Pastinya, hubungan antara pelukis kedua negara akan semakin dekat dan menambah nilai perdagangan seni dan budaya. Dimana salah satu wawasan dari program ini adalah membawa pelukis Vietnam untuk melihat alam Indonesia di Kota Bandung yang dikenal dengan wisata alam dan budayanya yang asli.