“Quiet Riot On Stage”; Pameran Seni Rupa Kelompok KillSkill

0
93
15 Personil KILLSKILL
Salah satu instalasi pada pameran “Quiet Riot On Stage”
Sumber foto: cnnindonesia.com

Press Release – Sebagai kolektif yang memiliki latar pendidikan yang sama, KILLSKILL memahami betul bagaimana perkembangan seni rupa dan desain di periode 90’an, Bandung khususnya, yang merupakan era transisi politik dan sosial. Keberanian KILLSKILL mengungkap wilayah ideologis masih terus berjalan hingga saat ini, karena segala problematika dan masalah sosial sejak mereka menempuh pendidikan sampai sekarang, 25 tahun kemudian, masih sama. Stagnasi lingkungan dan perkembangan, serta kemandekan kemajuan masyarakat adalah bahan baku yang kerap mereka suarakan sebagai amunisi berkarya.

Dalam pameran ketiga yang bertajuk Quiet Riot On Stage ini, KILLSKILL kembali masuk dalam titik nol, memulai proses berkarya melalui tahap riset, diskusi, dan akhirnya menumpahkan kegelisahan mereka. Karya-karya menyentil, kelam, nakal, dan artistik tersaji seolah-olah teguh berdiri atas identitas mereka. Pameran ini membicarakan wacana yang cenderung politis secara simbolik melalui karya-karya yang rough, kaku, mengambil elemen kebodohan kelas, dan menggunakan idiom-idiom visual yang dekat dengan pemberontakan. Kemarahan, kegelisahan, praktik kesenian yang dijelajahi semenjak proses pendidikan, dan situasi sosial politik di masa akademis dipamerkan dalam berbagai medium dan teknik.

Tentang KILLSKILL

6 Personil KILLSKILL

Enam seniman berdomisili di Jakarta dan Bandung mewadahi dirinya dalam satu kolektif seni rupa yang awalnya berpameran sebagai wadah eskapisme mereka dari pekerjaan rutin sebagai desainer, illustrator, serta pengajar seni rupa dan desain di beberapa kampus di Jakarta. Mereka juga merupakan alumni Institut Teknologi Bandung yang mengambil jurusan Desain dan Seni Murni di tahun 1994 sampai 1996. KILLSKILL sebagai nama kelompok diambil sebagai satire atau glorifikasi akan parody, ironi, pola pikir, kebiasaan, nafas kultural, dan hidup masyarakat di kotabesar yang berjalan terlalu cepat. Dalam pameran-pameran sebelumnya di Jakarta (Suar Art Space, 2015) dan Bandung (Roemah Seni Sarasvati Gallery, 2016), konsep-konsep karya KILLSKILL selalu menyiratkan nafas ideologis, kritik sosial, dan pemberontakan kultural yang tersirat melalui simbol-simbol populer pengalaman pribadi, pandangan, kesukaan simbol, imaji, keresahaan serta kegelisahan visi dari tiap personil.

###

KURATOR
Evelyn Huang | Yuka Dian Narendra

PERUPA
Aris Darisman | Bonifacius Djoko Santoso | Dodi Hilman | Lambok Hutabarat | Wahyudi Pratama | Yulian Ardhi

KARYA
15 Karya (Drawing dan Instalasi)

PEMBUKAAN
Jumat, 7 Juli 2017 | Pukul 19.00 WIB | Gedung C Galeri Nasional Indonesia

PAMERAN
8-17 Juli 2017 | Pukul 10.00-18.00 WIB | Gedung C Galeri Nasional Indonesia