Zulfikar Fuad: “Penulis Biografi adalah Penutur Kehidupan”

0
1388
20130917_Zulfikar_Fuad_2

20130917_Zulfikar_Fuad_2

Ditemui di sebuah kafe di bilangan Depok, Zulfikar Fuad sedang santai meminum teh. Tangan kanannya memegang naskah dan sesekali membolak-baliknya. Itu adalah draft naskah biografi yang sedang ia kembangkan lagi. Kami segera duduk dan memulai percakapan terkait profesinya sebagai penulis biografi.

Apa kabar, Pak Zul? Sedang membaca naskah ya?

Alhamdulillah, kabar saya baik dan selalu bersyukur bahwa hidup itu sungguh menakjubkan.  Iya benar, saya sedang membaca draft naskah memoar yang baru saja selesai saya tulis. Biasanya kalau kita membaca lagi draft yang telah kita tulis, akan ada banyak insight yang kita dapat.

Pak Zul, sebenarnya penulis biografi itu profesi yang seperti apa?

Penulis biografi itu adalah penutur kehidupan. Sebagai sebuah profesi, seorang penulis biografi pekerjaannya adalah menuturkan kisah hidup orang lain baik dalam bentuk biografi, otobiografi, maupun memoar ke hadapan pembaca. Sudah sering saya sampaikan, baik di seminar maupun dalam buku The Secret of Biography, Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H, bahwa setiap orang punya kisah hidup yang menarik. Dan bahwa setiap kisah hidup pasti selalu unik atau berbeda antara satu orang dengan orang lain. Nah, tugas penulis biografi adalah memancing ingatan tokoh tentang masa lalunya, lalu memilah mana kisah yang menarik dan bernilai bagi banyak orang, kemudian membantu tokoh menuliskan kisah yang menarik dan bernilai itu ke lembaran kertas. Kadangkala penulis biografi juga membantu tokoh mengusahakan tulisan itu terbit dan beredar di toko buku.

Wah, ternyata ada profesi seperti itu ya. Tapi rasanya penulis biografi masih sangat jarang di Indonesia.

Iya betul. Di Indonesia masih langka. Di masa lalu, kita punya penulis kisah hidup yang dahsyat seperti Ramadhan K.H. dan Rosihan Anwar. Di masa sekarang, penulis kisah hidup yang produktif dan dahsyat karyanya adalah Alberthiene Endah. Kalau di Amerika sudah cukup banyak. Satu di antara yang cukup terkenal adalah Walter Isaacson yang menulis kisah hidup Albert Einstein dan Steve Jobs.

Kapan Pak Zul mulai menulis biografi?

Pertama kali saya menulis biografi pada tahun 2002. Itu pun tidak disengaja. Seorang penyanyi yang kemudian menjadi bupati, meminta saya menuliskan kisah hidupnya. Draft naskah buku pertama saya sempat dikoreksi langsung oleh Pak Ramadhan K.H. Saya beruntung sempat berguru secara intensif kepada maestro biografi Indonesia tersebut. Banyak ilmu yang saya dapat dari beliau. Berkat beliau, sekarang saya dapat membantu banyak orang menuliskan kisah hidupnya dan menjadikan hidupnya lebih “hidup” dan bermakna. Harus kita akui beliau adalah perintis roman biografi di Indonesia, yakni pendekatan penulisan biografi yang romantis dan sastrawi. Karyanya banyak sekali, di antaranya biografi Ali Sadikin dan Inggit Ganarsih, serta otobiografi Soeharto.

Mengapa seseorang mau menuliskan kisah hidupnya? Apa alasannya?

Setiap tokoh punya motif berbeda yang mendorongnya menulis kisah hidup. Apapun motifnya, menurut saya sah-sah saja, karena itu berarti ia menganggap penting hidupnya. Bisa juga dia ingin hidupnya menjadi bermakna dengan membagikan kisah hidupnya pada orang lain. Dalam setiap fase kehidupan ada pembelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Nah, kalau pembelajaran itu hilang begitu saja dan tidak diwariskan ke generasi selanjutnya, sayang sekali, bukan? Masalahnya, terkadang seseorang itu ingin kisahnya dibukukan, tetapi dia tidak terlalu mahir menulis. Di sinilah keberadaan penulis biografi menjadi penting, membantu menuliskan kisah hidupnya dengan detail, memikat, dan berdampak positif.

Oh ya, di kalangan bangsa Timur seperti Indonesia, ada semacam anggapan kalau membukukan kisah hidup rasanya seperti orang sombong. Lebih baik rendah hati saja, begitu. Ini sebenarnya paradigma yang keliru. Karena kalau semua orang berpikir seperti itu, nanti generasi selanjutnya tidak akan mendapatkan pembelajaran apa-apa. Kisah-kisah hebat dari orang-orang hebat hilang setelah ia meninggal atau tercecer di benak keluarga dan teman-temannya. Kan ini sebuah kerugian besar. Jangan lupa, Steve Jobs menyadari bahwa ia harus mewariskan kisahnya kepada kita dan ia meminta Walter Isaacson untuk menulis kisah hidupnya. Akhirnya kita mendapatkan sebuah buku yang hebat. Steve Jobs itu sadar sejarah dan paham betul betapa pentingnya buku kisah hidup.

20130917_Zulfikar_Fuad_3

Bagaimana kalau ada klien yang niatnya bukan untuk berbagi ke generasi selanjutnya? Tapi ada maksud-maksud lain?

Hmm, contohnya koruptor ya. Misalnya terpidana koruptor yang ditangkap KPK lalu bebas di kemudian hari karena telah menghabiskan masa tahanan. Setelah bebas, dia meminta saya menuliskan biografinya. Bagaimana tindakan yang harus dilakukan? Saya dan tim Alifes Inc akan datang menemuinya, mendengarkan dia bercerita, lalu jika kisahnya menarik dan bernilai tentu saja kita tulis untuk diterbitkan. Mengapa? Berbicara adalah hak setiap orang, termasuk penjahat sekalipun. Kita harus berangkat dari prinsip bahwa pada hakikatnya setiap manusia terlahir suci, hanya perilakunya yang pasang-surut, baik dan buruk, positif dan negatif. Dan tiap-tiap manusia sebenarnya berjuang menjadi baik. Saya yakin kisah seorang koruptor bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Yang penting koruptor itu bersedia bercerita apa adanya. Itu akan membantu penulis biografi menggali hikmah yang dapat dipetik dalam hidupnya. Oh ya, perlu diketahui, saya menulis kisah hidup untuk semua orang, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, golongan sosial, maupun partai politik. Saya menganggap semua orang sebagai manusia unik dan istimewa ciptaan agung Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pak Zul menyebut Alifes Inc, apa itu?

Alifes Inc itu nama perusahaan biografi saya. Alifes adalah kepanjangan dari Amazing Life Story. Di perusahaan itu, saya bersama tim, menulis draft naskah biografi yang diminta klien. Alifes Inc didirikan dengan tujuan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan menulis dan menerbitkan buku kisah hidup (biografi, autobiografi, memoar, dsb) untuk tokoh  bisnis,  tokoh  politik,  tokoh  pemerintahan, tokoh militer, tokoh lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, pemimpin tradisional, dan setiap orang  yang  ingin  hidupnya  lebih  bermakna. Kami berpengalaman menulis dan menerbitkan buku kisah hidup tokoh nasional dan daerah, mulai presiden, kepala daerah, pengusaha, politisi, dan ilmuwan.

Bagaimana cara menghubungi Alifes?

Silakan buka website www.alifes-inc.com atau www.penulisbiografi.com untuk memastikan portofolio kami. Lalu kirim email permintaan menulis biografi ke: zul@penulisbiografi.com, atau mention saja akun Twitter @SangBiograf atau kirim pesan via Facebook: Sang Biograf. Kami bisa melayani klien dari banyak platform.

Wah, banyak tokoh-tokoh lokal maupun nasional yang sudah Bapak tulis ya! Adakah inovasi layanan dari Alifes?

Alhamdulillah itu berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Iya, tentu saja ada inovasi. Alifes Inc berusaha memberikan layanan yang lebih kepada para klien. Kami juga menyediakan layanan produksi filmografi, yaitu film biografi tentang kisah hidup tokoh.

20130917_Zulfikar_Fuad_1

Sebenarnya proses penulisan biografi itu seperti apa, Pak?

Prosesnya lumayan panjang juga. Pertama-tama, kita menemui orang yang mau kita tulis kisah hidupnya. Kemudian, kita mewawancarai beliau. Nah, dalam hal mewawancarai tokoh kita harus peka dengan jejak emosi si tokoh dan detail kisahnya yang menarik. Pikiran dan perasaan dari narasumber harus kita gali benar-benar. Kadangkala, mengingat masa lalu, apalagi masa lalu yang pahit, memang tidak mudah bagi kita semua.  Itulah sebabnya menjadi seorang penulis biografi begitu menantang. Nah, setelah proses wawancarai selesai, kita membuat bagan cerita secara keseluruhan, baik dalam bentuk outline maupun timelines. Tentunya kita pilah berdasarkan kisah yang menarik, bernilai, dan penting bagi orang lain. Baru kemudian kita menuliskan draft naskahnya.

Setelah draft naskah rampung ditulis, kita kirim kepada klien untuk mengoreksinya. Bisa jadi ada fakta atau data yang telah keliru kita tulis karena salah memahami konteks cerita. Itu bisa terjadi, karena yang paling memahami kisah hidup dari seseorang sebenarnya adalah orang itu sendiri. Nah, setelah selesai, kita bisa finishing, mengerjakan layout dan desain buku, lalu menerbitkannya.

Tapi, kadang ada klien yang tidak mau bukunya diterbitkan. Dia ingin buku kisah hidupnya dimiliki oleh keluarganya saja atau teman-temannya saja. Itu tergantung klien, walaupun saya selalu menyarankan untuk menerbitkan kisah hidup itu. Sudah jadi tulisan masa tidak diterbitkan? Amat disayangkan bila kisah hidupnya tidak dibagikan kepada publik sebagai bahan renungan dan pembelajaran hidup.

Bagaimana prospek penulisan biografi?

Saya bisa katakan bahwa prospeknya sangat bagus. Di Indonesia, penulis biografi masih langka padahal ada ribuan tokoh dari beragam latar belakang yang kisah hidupnya menarik, bernilai, dan penting diketahui masyarakat. Bukankah sejarah bangsa juga dibentuk oleh kisah hidup para tokohnya? Nah, kita para penulis biografi ikut membentuk sejarah bangsa. Ini profesi yang pengaruhnya berdimensi luas. Buku kisah hidup yang kita tulis itu selalu abadi dan dikenang sepanjang masa. Akan diingat orang setiap kali mengenang nama tokoh yang kita tulis.

—–

Alamat Kontak:
Email: zul@penulisbiografi.com
Web: penulisbiografi.com
Facebook: Sang Biograf
Twitter: @SangBiograf